-->

Baca Yuk !!

Showing posts with label Jalan-Jalan Santai. Show all posts
Showing posts with label Jalan-Jalan Santai. Show all posts

Petualangan Menjelajahi Candi Prambanan Yogyakarta

Setibanya di area Candi Prambanan, aku dan rombongan langsung merasakan nuansa sejarah yang begitu kental. Setelah memarkir Bus Double Decker, kami menuju loket tiket yang tertata rapi. Harga tiket berkisar 85 ribu untuk umum dan 50 ribu untuk kunjungan wisata pendidikan, dan dengan semangat, aku segera berjalan menuju pintu masuk utama. Saat melewati gerbang utama, suasana asri dan panas langsung menyambut kami maklum waktu menunjukan pukul 11.30. Pohon-pohon rindang dan taman yang terawat menjadi pembuka perjalanan. Tidak jauh dari situ, tampak megah deretan candi-candi yang menjulang, dengan latar belakang langit biru yang cerah. aku berhenti sejenak di area depan untuk mengambil foto, mengabadikan momen pertama ini.

Langkah lanjutkan menuju kompleks utama, yaitu Candi Siwa, candi terbesar di Prambanan. Di tangga menuju puncaknya, ukiran-ukiran indah menghiasi setiap sisi dinding. aku membaca kisah Ramayana yang terpahat rapi, mencoba memahami sejarah dan cerita di baliknya. Di dalam, patung Siwa Mahadewa berdiri megah, memberikan kesan yang sakral. Setelah puas mengelilingi Candi Siwa, aku melanjutkan ke Candi Brahma dan Candi Wisnu tapi hanya dari luarnya saja karena aku harus bergegas keluar untuk melaksanakan sholat jumat. Ukurannya memang lebih kecil, tetapi tak kalah megah. Panduan yang tersedia memberikan informasi menarik tentang dewa-dewa Hindu yang menjadi dedikasi candi-candi ini.

aku juga menjelajahi area candi-candi pendamping, yaitu candi perwara. Di sini, kami menikmati pemandangan yang menakjubkan: barisan candi kecil dengan latar belakang Gunung Merapi di kejauhan. Angin sepoi-sepoi membuat suasana panas semakin nyaman, meskipun matahari sangat terik. Sebelum menuju pintu keluar, kami menyempatkan diri menikmati area taman belakang. Ada gazebo kecil di mana untuk duduk dan beristirahat sambil menyantap bekal bagi yang membawa bekal. Tak lupa, aku juga melewati museum kecil di area kompleks ini. Di dalamnya terdapat koleksi artefak, foto, dan penjelasan tentang sejarah Candi Prambanan yang memperkaya pengalaman kami.

Perjalanan kami akhiri dengan mengunjungi toko suvenir di dekat pintu keluar. Aku membeli beberapa kaos dan daster untuk oleh-oleh keluarga dirumah, dan tak lupa kami juga mengunjungi pusat oleh-oleh bakpia pathok 25 yang terkenal itu. Melangkah keluar dari kompleks, hatiku terasa penuh. Prambanan bukan hanya sebuah tempat wisata, melainkan juga perjalanan mengenal sejarah dan budaya. Dengan senyuman puas, aku meninggalkan kawasan ini untuk menyebrang jalan menuju masjid dekat pintu masuk. 

STASIUN BERSEJARAH DAN LEGEND DI JEMBER I Jalan - Jalan Ke Stasiun Kalisat Jember

Stasiun Kalisat merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kalisat, Kalisat, Jember. Stasiun yang terletak pada ketinggian +265 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember dan memiliki lima jalur dengan jalur 2 sebagai rel lurus atau sepur, adapun kereta api yang melewati stasiun ini antara lain:

stasiun kalisat

Kelas Ekonomi
  1. Sri Tanjung, tujuan Surabaya bersambung Yogyakarta via Jombang-Madiun-Solo dan tujuan Banyuwangi
  2. Tawang Alun, tujuan Bangil bersambung Malang dan tujuan Banyuwangi
  3. Probowangi, tujuan Surabaya dan tujuan Banyuwangi
  4. Pandanwangi, tujuan Jember dan tujuan Banyuwangi
Kelas Bisnis dan Eksekutif
  1. Mutiara timur malam tujuan Surabaya Gubeng
  2. Mutiara timur siang tujuan Surabaya Gubeng
stasiun kalisat


Stasiun kalisat merupakan percabangan kereta menuju situbondo dan banyuwangi, namun pada tahun 2003 jalur kalisat situbondo ditutup karena kurangnya minat penumpang untuk naik kereta api hingga biaya operasional perjalanan kereta ke situbondo tidak mencukupi. Konon stasiun ini dulu menjadi sejarah gerbong maut karena dalam perjalanan menuju stasiun Wonokromo di Stasiun Kalisat ini sempat mengalami serangan dari para pejuang di Kalisat hingga harus berhenti di Stasiun ini.
Berikut video jalan- jalan saya di stasiun kalisat.

MINI NIAGARA DI JAWA TIMUR I Pesona Air terjun Damarwulan Sumber Salak Jember

Mendengar Damarwulan saya yakin tidak asing bagi anda, Damarwulan masih menjadi perdebatan apakah mitos ataukah fakta sejarah kerajaan majapahit di tanah Jawa, Damarwulan adalah pahlawan Majapahit dalam menumpas pemberontak ditengah krisis majapahit dalam pengatasi perebutan kekuasaan, terlepas dari itu semua masyarakat desa Sumber Salak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember mempercayai bahwa damar wulan benar-benar ada dan petilasan atau kuburan Damarwulan bisa kita temukan di Desa Paluombo (Polo ombo) selain itu ada air terjun yang juga dipercaya sebagai air terjun tempat pemandian Damarwulan.

air terjun damarwulan sumber salak ledokombo jember jawa timur

Air terjun ini terletak di area persawahan desa Sumber Salak, kalau dari stasiun kereta api Sumber Salak kurang lebih 5 kilometer kearah selatan, jalan atau akses menuju air terjun ini melalui pematang sawah, tapi anda tidak usah khawatir karena pematang sawahnya sudah diperlebar dan cukup bagi pengendara sepeda motor, bagi anda yang datang menggunakan kendaraan roda empat bisa menitipkan ke warga setempat kurang lebih perjalanan 1,5 kilometer untuk sampai air terjun.

Air terjun Damarwulan memiliki dua air terjun, yang pertama adalah air terjun mini setinggi 2-3 meter atau banyak orang menyebutnya sebagai mini Niagara dan di atas ada air terjun damar wulan lainnya setinggi kurang lebih 20 meter, tidak ada tiket masuk ke areal ini hanya pengunjung dikenakan biaya parkir sepeda motor sebesar Rp 2000, anda juga tidak perlu khawatir untuk bekal makanan karena disini juga tersedia warung dengan beraneka macam jajanan plus mushola bagi anda yang ingin menunaikan kewajiban sholat, selengkapnya silahkan tonton video perjalanan saya dibawah ini.



Sampai disini jalan-jalan kita kali ini, semoga air terjun Damarwulan dapat menjadi alternatif liburan anda bersama keluarga, terima kasih

100% MIRIP BAGET KODOK I Keunikan Batu Katak di Desa Kalianyar

Batu katak orang menyebutnya, saya sebenarnya sudah 3 tahun tinggal di Desa Kalianyar Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso, mendengar batu katak sedikit penasaran walau hanya mendengar cerita dari masyarakat sekitar, setelah mendatanginya yang saya dapatkan ternyata batu besar berbentuk katak atau kodok dengan tinggi sekitar 2 meter, dahulu batu ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar untuk berteduh selepas bertani atau bercocok tanam karena letaknya tepat berada di tengah sawah.



            









Batu ini terletak di Dusun Kalianyar Selatan dekat jalan utama Tamanan Bondowoso kurang lebih 100 meter dari jalan raya kemudian melewati pematang sawah yang ada disana, lebih jelas silahkan tonton vlog saya dibawah ini.


Tidak ada yang tahu sejarah batu katak ini, yang jelas kata para sesepuh desa menjelaskan kalau batu ini sudah ada sejak dahulu, bahkan dahulu batu katak ini lengkap dengan kedua kaki dikanan kirinya, menurut pengakuan masyarakat sekitar kedua kaki sengaja di timbun karena bentuk dan kemiringannya cukup terjal dan dalam sehingga membahayakan orang yang ingin menaikkinya terutama anak kecil. Keunikan lainnya dengan menaiki batu katak ini kita bisa melihat hamparan sawah yang luas plus pemandangan gunung raung yang indah.















Ok sampai disini dulu jalan-jalan kita kali ini dan perlu diingat rekreasi tak perlu jauh dan mahal cukup mengenali lingkungan sekitar anda dan dapatkan keindahan dan keunikannya, so selamat bersenang-senang dan nantikan episode selanjutnya.

BIS SEKOLAH DI THAILAND KEREN BEBAS EMISI Berangkat Kuliah Naik Suttle Bus PSU

Suttle bus atau bis kampus sering dimiliki oleh kampus yang memiliki lahan yang cukup luas, sebenarnya bukan untuk gaya-gayaan tapi kalau kita jalan kaki bisa dipastikan sampai kelas keringan bercucuran dengan aroma tak sedap yang kita dapatkan, di Prince of Songkla University Hat Yai Kampus memiliki fasilitas Suttle Bus, Bis yang dimiliki PSU adalah bisa bertenaga listrik, bis di gunakan jam 7 pagi hingga jam 5 sore, kemudian dibawa ke tempat parker untuk di charge, PSU kurang lebih memiliki 8 bis yang parkir di dekat Ronchang, waktu untuk sekali rotasi adalah 5 menit, jadi kita hanya menunggu 5 menit di dalam bis dan langsung berangkat dalam keadaan penuh atau tidak.
Aku merupakan pelanggan setia bis kampus ini alasannya karena tidak memiliki sepeda motor, bis ini memang diperuntukkan untuk seluruh mahasiswa PSU, ada 4 rute yang dilalui oleh bis kampus PSU.


  1. Melewati Faculty of Science, faculty of Dentistry, faculty of Medicine, Faculty of Nursing Building 1, Student Learning Center (LRC) kemudian kembali ke Terminal dekat Ronchang
  2. Melewati Faculty of Science, Faculty of Nursing Building 3, LRC dan terminal
  3. Melewati Faculty of Liberal Arts, Faculty of Science, Faculty of Nursing Building 3, Faculty of Pharmacy, Faculty of Natural Resources dan Terminal
  4. Disore hari bila ada fresh market buka maka rutenya ditambah melewati fresh market.
Karena saya kuliah di nursing yang perlu cukup menyampaikan ini pada sopirnya untuk sampai di building 1 kita mengucapkan "Payaban 'nū̀ng" atau payaban=keperawatan, 'nū̀ng=satu untuk building 3 kita mengucapkan " Payaban să:m" să:m=tiga, Itulah tadi sedikit penjelasan tentang bis kampus di PSU Thailand, untuk lebih jelas silahkan tonton video dibawah ini.

Surga Kecil di Kota Bondowoso Desa Wisata Organik

Beberapa bulan yang lalu saya banyak melihat postingan di wall facebook teman-teman tentang desa wisata organik, melihat foto-foto tersebut saya merasa senang sekaligus penasaran, sepintas kalau kita mendengar kata organic pasti mengarah pada pupuk organik atau bidang pertanian lainnya dan dugaan saya benar, karena tanggal 24 Juli saya mengunjungi desa wisata tersebut, terletak di desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota Bondowoso.

desa wisata organik lombok kulon bondowoso

Memang produk unggulan dari desa ini adalah beras organic namun bukan itu saja, ada 6 kelompok kerja atau pokja di desa ini antara lain:

Snorkeling di Pantai Trang Thailand

jalan-jalan ke thailand
Tanggal 8 Mei 2016 saya dan teman-teman PERMITHA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand) dapat kesempatan untuk pergi ke pantai Trang, pantai ini dikenal sebagai tempat senorkeling, kami berangkat pukul 5.30 pagi dari dorm kampus untuk mengejar keberangkatan kapal pukul 9.30, kita harus menaiki kapal untuk sampai ke tempat-tempat snorkeling disana, perjalanan menunju Trang dari Hat Yai kurang lebih 2,5 jam saja, jadi tepat pukul 8.00 kita tiba di Trang, sebelum kita menuju kapal kita harus check in di Travel agen yang telah kita pesan beberapa hari sebelumnya, disini kita diminta untuk menulis nama dan nomer passport sebagai tanda pengenal saja, kemudia kita mendapatkan stiker yang wajib di temple di baju.

Biaya untuk menaiki kapal sebesar 750 baht saja total biaya yang kita keluarkan perorang adalah 1200 baht atau 480.000 rupiah sudah termasuk kapal, makan, dessert dan minuman, pokoknya dijamin puas, harga ini adalah harga lokal yang diberikan petugas pada kami karena wajah kami mirip orang Thailand katanya..he, dia juga menambahkan sebenarnya turis asing harus membayar lebih dari itu dan pakai kurs dollar, perjalanan kami memang tidak terlalu mahal karena untuk akomodasi kita menggunakan van dari konsulat Indonesia yang berada di Songkla dan biaya bensin ditanggu oleh bapak Triogo Jatmiko selaku Consul / Head of Mission, the Consulate of the Republic of Indonesia, memang bapak konsulat yang satu ini sangat care dengan mahasiswa Indonesia khususnya yang berada di Thailand selatan, beliau memberikan pinjaman van agar kita juga bisa promosi pariwisata Indonesia karena body van consulat banyak terdapat gambar tempat-tempat wisata di Indonesia.

jalan-jalan ke thailand

jalan-jalan ke thailand

Perjalanan kita pertama adalah menaiki kapal dari travel agen ke sebuah pulau untuk melihat trumbu karang disekitarnya, kita juga diberikan baju pelampung bagi semua orang yang mengikuti travel ini kurang lebih ada 40 yang mengikuti perjalanan ini dan 15 diantaranya mahasiswa dari Indonesia, jadi meskipun tidak bisa berenang kita aman karena menggunakan pelampung plus kacamata snorkeling. Setelah itu kita menepi sebentar untuk menyantap makanan berupa sea food.

jalan-jalan ke thailand
Perjalanan kedua adalah snorkeling namun lebih menantang, kita diharuskan memasuki goa atau koh mook cave dengan cara merayap dan berpegangan pada baju pelampung teman dari depan kebelakang berjejer seperti ular dan ditarik oleh tour guide yang berada di urutan paling depan, ujung dari gua ternyata ada sebuah celah di tengahnya yang berupa daratan terisolir, mudahnya kita masuk ke sebuah gunung yang di tengah-tangahnya terdapat daratan dan hanya ada satu jalan untuk memasukinya yaitu melewati gua tersebut seram tapi menantang, tempat ini adalah tempat yang paling seru dan berkesan bagi kita semua.

Perjalanan terakhir adalah snorkeling kesebuah pulau dengan bukit yang menjulang untuk melihat berbagai macam ikan hias, airnya dingin dan jernih. Setelah itu kita kembali ke tempat semula tepat pukul 17.30, tak terasa perjalanan kita kali ini memakan waktu kurang lebih 8 jam sehingga kita semua harus menjama’ sholat zuhur dan ashar, memang serasa cepat karena tempat-tempat yang kita kunjungi kali ini bagus dan indah sekali, untuk lebih lengkap bisa lihat video saya dibawah ini.


Pergi ke Border untuk Mengurus Kesalahan Stempel Visa

14 April 2016

Tepat tanggal 2 April 2016 saya bersama kawan tiba di Hat Yai, karena kita menempuh jalur darat atau naik bis dan harus berhenti untuk entry visa ke Thailand, kebetulan saya membeli Multiple re Entry jadi selama setahun saya diperbolahkan bolak balik thailand sepuasnya, namun setibanya di dorm atau kosan saya, saya diingatkan oleh teman untuk mengecheck visa dan ternyata di sempel visa saya valid sampai 16 April 2015 itu tandanya kalau saya melebihi batas waktu yang ditentukan harus dideportasi dengan sangsi 400 baht perhari setelah tanggal 16, beruntung saya langsung mengurus dengan cara kembali ke Border dan untungnya petugasnya welcome, ini penampakan visa saya, tanggal 7 November itu setelah direvisi

Dan kebetulan saya memiliki teman Thai yang juga ikut ke border untuk membatu walaupun masalah selesai sebelum dia datang, jadi bagi teman-teman yang sedang bepergian keluar negeri khususnya Asia Tenggara jangan lupa untuk Check visa kita apakah sudah sesuai atau tidak apalagi kalau menggunakan visa pelajar yang membutuhkan waktu lama untuk tinggal.

Berikut Vlog atau video saya ketika mengurusi visa ke border Sadao atau perbatasan Thailand- Malaysia. cekidot



dan ini video Jalan-jalan ke Border sadao bagian ke 2



Semoga bermanfaat

Semalam di Malaysia




Berencana untuk pergi ke international conference dibali, pukul 04.30 sore aku berangkat bersama teman-teman Faculty of Nursing PSU 2014, kebetulan Keperawatan Universitas Udayana mengadakan International Conference pertama pada tanggal 6-8 november 2015 dan teman-teman kami banyak yang mencoba peruntungan untuk mengikuti conference tersebut dan alhamdulillah kami berhasil mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) dari Unud, sehingga kami memiliki kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah yang kami miliki.
Moment ini merupakan moment prestisius bagiku karena ini presentasi international pertama yang aku ikuti, apalagi tempatnya di Bali pasti keren, sapa yang tak kenal Bali dengan destinasi wisata yang sudah mendunia. Tepat pukul 5.00 kita sampai di Leegarden untuk naik bis consortium menuju Kuala Lumpur perjalanan panjang akan kami tempuh karena bis yang semula transit di Terminal Puduraya sekarang sudah dialihkan dan harus transit ke TBS (Terminal Besepadu Selatan). Sepanjang jalan kita dihibur lagu-lagu Melayu yang salah satunya adalah lagu milik Betharia Sonata yang berjudul Hati Yang Luka dengan lirik reff yang melegenda “Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku…” membuatku hanyut dan semakin rindu dengan kampung halaman, entah mengapa perjalanan kali ini aku merasakan nostalgia masa kecil seperti lagu ini, menjadi kepingan pertama mozaik masa kecilku, karena aku tidak asing dengan Negara yang satu ini, Malaysia.
Kurang lebih pukul 7.30 pagi kami sampai di terminal TBS sengaja kita mensetting waktu untuk tiba di Kuala Lumpur pagi hari meskipun flight masih pukul 16.45 sore waktu setempat, tujuan lainnya adalah jalan-jalan di Malaysia, karena waktu yang terbatas ada 2 tempat tujuan yaitu Petronas Twin Towar dan Dataran Merdeka, dua Landmark Malaysia yang terkenal ini menjadi tujuan wisata kami.

Dengan menaiki MRT (Mass Rapid Transit) kami menuju gedung Twin Tower Petronas dari KL Central, Petronas adalah gedung tertinggi di dunia, gedung ini sempat menjadi gedung tertinggi didunia tahun 1999 sampai 2004 sebelum di pecahkan oleh Taipei Tower, gedung Petronas ketika melihatnya, sekali lagi aku teringat masa lalu, dulu aku melihat gedung ini di Film Entrapment (1999) Film yang dibintangi Sean Connery dan Catherine Zeta‑Jones, bercerita tentang pencuri professional Robert "Mac" MacDougal (Sean Connery) dan Virginia "Gin" Baker (Catherine Zeta-Jones) sebagai teman yang membantu untuk mencuri topeng permata yang tak ternilai harganya, lah jadi cerita Film..hem, yang jelas disalah satu adegannya Mac dan Virginia bergelantungan di lampu jembatan penghubung dua tower tersebut, betapa bahagiannya aku bisa melihat Twin Tower real didepan mataku dan menjadikan kepingan mozaik kedua masa kecilku.




Selanjutnya kami menuju ke Dataran Merdeka, tak banyak yang aku tahu tentang Dataran Merdeka namun beberapa foto dari teman-teman atau saudara yang pergi ke Malaysia, banyak yang berfoto ria di Dataran Merdeka ini, anda jangan sampai terkecoh dengan berfoto di Dataran Merdeka banyak komentar teman-teman seperti atau sedang berpergian ke Eropa karena bangunannya mirip di Eropa, mungkin karena bangunan pula dataran merdeka Malaysia di juluki sebagai Eropanya Asia, bangunan Dataran Merdeka memiliki arsitektur khas Eropa abad ke 18 karena memang bangunan ini dibangun tahun 1884 ketika penjajah Inggris berkuasa, dataran merdeka merupakan saksi bisu kemerdekaan Malaysia pada tanggal 31 Agustus 1957 bendera Union Jack diturunkan dan bendera Federasi Malaya dikibarkan untuk pertama kalinya di tengah malam dan sejak saat itu, Dataran Merdeka menjadi tempat dirayakannya Parade Hari Merdeka masyarakat Malaysia.
   
Selesai sudah petualangan kita di Malaysia namun, kami harus bergegas ke Airport untuk penerbangan ke Bali, namun sebelum kami menuju ke airport kami mendapatkan info dari travel agent bahwa penerbangan ke bali dibatalkan akibat erupsi Gunung Rinjani sampai dua hari kedepan, itu berarti kami tidak dapat mengikuti conference di Bali dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Hat Yai malam itu juga, walapun berat kami memutuskan untuk kembali ke KL central dan mencari tiket bis kembali ke Hat Yai dan sesampainya di TBS semua tiket ke Hat Yai sudah terjual habis, namun penjual tiket menawarkan kita bis yang sama namun transit dulu ke Penang dan melanjutkan perjalan menggunakan van ke Hat Yai.
Tepat pukul 21.30 kita berjalan menuju Penang Malaysia, dalam bis pikiranku melayang dan entah mengapa ketika sopir bus mengatakan Penang yang ada di ingatanku adalah lagu Poppy Mercury, lagu jadul yang juga sering aku dengar semasa kecil, dulu aku sangat hafal lirik lagu tersebut, hari ini lagu itu membuatku merasa tenang dan senang ketika ada yang mengucapkan kata Penang namun aku sekarang hanya mengingat reffnya saja.
“ Kisah cintaku yang terpisah, terhalang di pantai membentang, antara jakarta dan penang membelenggu rindu"

Lagu ini menjadi mozaik terakhir masa kecilku, Hampir 5 jam kita berada di Penang sebelum melanjutkan perjalanan ke Hat Yai, Malaysia dengan semua kenangannya, memiliki tempat tersendiri didalam hatiku, semalam di Malaysia membuatku terkenang dan merajut kembali kepingan mozaik masa kecil yang mungkin sudah terlupakan seiring berjalannya waktu tapi tidak untuk hari ini, semalam di Malaysia.


Malaysia, 6 November 2015
Kholid Rosyidi MN

Yuk Jalan-jalan ke Bangkok

Tanggal 15 – 18 Oktober 2015 saya dan teman-teman mahasiswa Faculty of Nursing Prince of Songkla University (PSU) berserta dosen melakukan study visit ke beberapa tempat di Bangkok seperti Mahidol University, Wat Bang Kung Tree Temple, King Rama II Memorial Park, Chatuchak Market, Vimarnmek mansion, Amphawa Chaipattananuruk, Asiatique Night Market, Asiatique Night Market, The Grand Palace Thailand, Thai Human Imagery Museum. Kita berangkat pukul 5.30 pagi dari PSU menuju Hat yai airport untuk keberangkatan pesawat pukul 08.00 menuju bandara Don Mueang Bangkok.


Setibanya di Bangkok kita melakukan kunjungan ke Mahidol University (Salaya Kampus) untuk skedar sharing pengetahuan dengan teman-teman dan dosen Faculty of Nursing Mahidol University sambil menyantap hidangan makan siang disana, tepat jam 4 sore kita mengunjungi Thai Human Imagery Museum atau museum lilin yang terletak di Provinsi Nakhon Pathom, disini kita bisa menemukan patung lilin para biku – biku Budha paling berpengaruh di Thailand, para raja Thailand dari Dinasti Chakri mulai dari Rama I sampai Rama VIII, juga ada beberapa tokoh terkenal seperti Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, Wiston Churchil dan juga display budaya tradisional Thailand masa lalu.

Keesokan harinya kita The Grand Palace atau Wat Phra Kaew adalah kompleks istana di Bangkok, Thailand. Istana ini berfungsi sebagai kediaman resmi Raja-raja Thailand dari abad ke-18 dan seterusnya, sebagai tempat menerima tamu kenegaraan dan acara ritual keagamaan. Istana ini mulai dibangun pada tahun 1782, pada masa pemerintahan Raja Rama I, ketika beliau memindahkan ibu kota kerajaan menyeberang sungai dari Thonburi ke Bangkok. Istana ini telah diperluas beberapa kali dan bangunan-bangunan tambahan telah dibangun seiring waktu perkembangannya dengan gaya arsitektur khas Thailand dan eropa. Meskipun tetap bergelar Istana Raja, Raja Thailand yang sekarang, Raja Bhumibol Adulyadej tidak berdiam di istana ini, dia tinggal di Istana Chitralada. Untuk masuk ke grand palace bagi orang Thailand gratis namun bagi wistawan asing kita dikenai biaya 100 baht/orang.

            
Di malam hari kita pergi ke Asiatic Night Market atau pasar malam di pusat kota, sebelum pergi kesana kita naik sky train dari siam center kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan boat untuk menghindari macet karena pukul 5.30 adalah jam pulang kantor sehingga lalu lintas menjadi padat dan merayap, sesampainya di Asiatic kita dimanjakan dengan pemandangan indah kota Bangkok dimalah hari, di Asiatic kita bisa berbelanja sepuasnya cocok bagi ibu-ibu yang suka shoping, disini juga tersedia lengkap aneka jenis hiburan terutama pertunjukan Thai Boxing pada pukul 8 malam live tiap hari, disini juga ada flyer atau kincir raksasa tapi tidak terlalu besar seperti di Singapore atau London, kita juga disuguhi hiburan kembang api.

            
Hari ketiga kita pergi ke Damnoen Saduak Floating Market dan Ampawa Floating Market tempat ini adalah tempat pasar terapung paling terkenal di Thailand bahkan banyak turis mancanegara yang datang kemari, seperti pasar terapung biasanya disini menjual beraneka makanan, merchandise, dan berbagai cinderamata khas Thailand semua ada disini namun harganya cukup mahal karena ditujukan untuk wisatawan mancanegara, kita bisa berbelanja sambil menaiki sampan dengan biaya 120 baht per sampan biasanya di bagi 6 orang atau 20 baht per orang. Kita juga singgah di Amphawa Chaipattanaanuruk masih ditempat yang sama, disini kita bisa melihat berbagai kerajinan tangan khas Thailand dan kita juga bisa ikuti proses membuatannya, di sini juga ada pengolahan alami berbagai prodak kosmetik dan kesehatan mulai dari bedak, lipstick, gula, garam dan lain sebagainya. Malam harinya kita pergi untuk melihat firefly alias kunang-kunang menggunakan boat dengan biaya 60 baht per orang.

            
Hari keempat atau hari terakhir, kita pergi ke Vimarnmek mansion, mansion ini adalah tempat tinggal yang terbuat dari kayu kediaman king rama VI sebelum beliau pergi ke eropa. Vimarnmek mansion termasuk mension terbuat dari kayu terbesar didunia, disini kita bisa melihat foto dan koleksi berharga milik raja yang masih terjaga, berbagai macam foto keluarga raja dan aktivitas raja banyak terpampang didinding, juga ada dua foto kunjungan raja ke kraton jogyakarta dipajang disini sayang kita tidak diperkenankan untuk mengambil gambar atau video kerena alasan keamanan dan selanjutnya kita melanjutkan perjalanan untuk pergi ke Chatuchak Market yaitu pasar terbesar didunia dengan luas 11, 2 hektar kurang lebih ada 15.000 bilik toko didalamnya dan menjual berbagai macam barang kebutuhan rumah tangga, souvenir dan lain-lain.
            
Tepat pukul 18.40 kita harus terbang ke hat yai dari bandara Don Mueang Bangkok, sampai disini dulu ya jalan-jalan kita, nantikan episode jalan-jalan selanjutnya, special thanks untuk faculty of nursing yang telah membiayai perjalan ini, terima kasih.

The Grand Palace Bangkok Thailand
Photo by: Ni Kadek Ayu


Jalan-jalan ke Thailand Selatan Bersama Kholid Rosyidi MN

Tepat 10 agustus 2014 saya tiba di bandara international hat yai Thailand, hat yai merupakan salah satu kota dari Provinsi Songkhla Thailand, seperti biasanya menginjakkan kaki di tempat yang baru bagi saya perlu waktu untuk beradaptasi terlebih di luar Indonesia, tujuan utama adalah kuliah namun tidak lengkap rasannya tanpa menikmati keindahan suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, seperti bisa saya cepat beradaptasi dengan beberapa kawan dari Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan mahasiswa Indonesia di Thailand, karena jadwal kuliah hanya senin sampai jumat dan sabtu minggu libur, teman-teman mahasiswa PSU sering melakukan touring alias jalan-jalan dan sayapun tak pernah melewatkannya karena gratis!! He


Mayoritas penduduk di Thailand selatan adalah beragama Budha dan lokasinya berdekatan dengan Malaysia terdapat sejarah panjang didalamnya sehingga muslim menjadi mayoritas kedua di Thailand selatan, tentu kita akan mudah menemukan kuil budha dan masjid di sekitar songkhla, songkhla memiliki banyak tempat wisata standart yang menarik untuk dikunjungi mengapa saya katakana standart karena kualitasnya masih local beda dengan Kuta Bali atau Puket yang sudah mendunia, namun untuk mengusir kebosanan boleh untuk dicoba.

Seberkas cahaya di Masjid Ban Nua Thailand


Rombongan International Student PSU di Masjid Ban Nua
Tepat pukul 1 siang rombongan international student Prince Of Songkla university berangkat ke Masjid Ban nua untuk mengikuti rihlah dan pengajian dengan materi “Fatwa ulama tentang Toleransi Budaya di Thailand dan Pemberdayaan Komunitas Muslim” Sebelum berangkat ke Masjid Ban Nua kita mampir ke pantai dekat masjid
untuk relaksasi dan berfoto ria, para international student memang sangat gemar foto selfie termasuk saya..he karena acara yang sebenarnya baru akan dimulai pukul 04.00 ba’da ashar waktu setempat, sesampainya dimasjid kita disambut dengan pemandangan indah masjid yang besar dan beberapa gedung sekolah disekitarnya, penilaian sementara saya tidak berbeda dengan masjid kebanyakan di Indonesia, Masjid Ban Nua terdiri dari 2 lantai, lantai 1 ada perpustakaan dan koperasi serta ruang baca serbaguna yang bisa dibentuk seperti ruang rapat sederhana ditambah lagi jamaah sholat asharnya kebanyakan para lansia hemmm… mirip di tempat kita bukan?, Sehabis sholat ashar kami diterima oleh imam Masjid Ban Nua yang bernama Ustadz Thabrani Bin Abdul Latif, kesempatan ini merupakan kesempatan istimewa karena tidak mudah untuk bertemu imam Masjid Ban Nua ada diantara kami yang pernah ke Masjid Ban Nua 2 kali tapi belum pernah bertemu beliau.